Uhuuuuyy..... setelah selama ini aku posting yang GJ-nya nggak karuan, jadi kepikir buat posting hal-hal yang berbau pendidikan. Gimana? Pertama-tama kita mulai dengan pelajaran Seni Budaya, ya, anak-anak (:P). Hahahaha. Setelah akhirnya selesai melaksanakan pelajaran teater, berikutnya mau bagi-bagi, nih, tentang teater. Catatan berikut adalah dari catatan yang dibagikan oleh guru seni budaya pada setiap murid.
SENI TEATER
Asal/aliran Teater berasal dari bangsa Yunani Kuno pada abad ke-6 sm, dan saat inilah Seni pertunjukan disebut drama, dan pertunjukan ini berasal dari upacara keagamaan untuk pemujaan DewaAnggur (Dionyes)
Pada zaman Yunani Kuno dipertunjukan secara umum, panggung tanpa atap (Theatron) di bangun dilereng-lereng bukit.
Bagian-bagian Theatron/Panggung Bangsa Yunani
Orcestra : tempat koor dikemendangkan yang jumlah 50 orang
Stage : tempat pemain di depan Arkestra
Skene : tempat ganti pakaian di belakang
Parashenia : sayap bagian panggung kiri/kanan
· Zaman Renaisance
Pada masa inilah muncul sebuah gedung pertunjukan pada abad ke-15/16 M
· Teater di Indonesia
Teater dipopulerkan oleh sastrawan Indonesia yaitu Ws. Rendra pada 1950 an
Istilah-istilah Teater ada 3
1. Drama : berasal dari Bangsa Yunani yang artinya menirukan dan artinya umumnya : Perbuatan/gerak
2. Tonil : berasal dari Bahasa Belanda dan artinya pentas/panggung tempat pertunjukan
3. Sandiwara : berasal dari Bahasa Belanda dan artinya pengajaran secara samar-samar.
Istilah ini dikemukakan oleh P.K.G Mengku Negoro VII.
Ki Hajar Dewantara: sandiwara adalah pengajaran yang dilaku dengan perlambang.
Istilah Teater Secara Umum ada 4
1. pertunjukan berlangsung di sebuah tempat disaksikan penonton
2. pusat dari segala petunjuk
3. panggung tempat pertunjukan
4. nama organisasi kelompok
(teater kecil, bengkel teater, Study Calob, Bendung, Payung Hitam, Gendrik)
Unsur-unsur teater
1. pentas
2. naskah
3. pemain
4. sutradara
5. property
Jenis Teater Dalam Bentuk Penyajian
1. tradisi : contoh Teater ( Ketropak, Masres, Tonil Komedi Stambul)
2. modern : contoh Teater ( Ketropak, Lesung dari Yogyakarta, Longsor antar Pulau dari Bandung)
Bentuk Teater
1. Teater Tutur ( penyajiannya dituturkan(dilisingkan/didongeng)
2. teater Catur ( penyajiannya menggunakan catur/dialog)
3. Teater Boneka ( penyajiannya menggunakan boneka dari kulit/kayu)
4. Teater Live/langsung ( penyajiannya di atas panggung)
5. Teater Teatronik ( disajikan dengan media elektronik)
Ciri-ciri Sifat Teater Tradisi/Rakyat
1. sifat spontan
2. sifat sederhana
3. sifat dinamis
4. sifat multimedia
teater yang paling lengkap adalah Wayang Golek, Wayang Kulit.
SO, gimana? Kalau tertarik, coba lakukan teater. Bermanfaat? Semoga bermanfaat, ya. Dadah...:D ^-^


0 komentar:
Posting Komentar